Tantangan-tantangan dalam belajar di universitas di Swiss


Sebenarnya sudah lama sekali saya ingin berbagi pengalaman dengan kalian. Namun, ada beberapa macam kendala dan salah satunya adalah tidak adanya cukup waktu, selain itu kesulitan saya dalam bidang teknologi dan informasi (baca: buat wesbite sendiri). Well, meskipun saat sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk berbagi, sebab saya sedang membaca banyak artikel untuk Master Thesis (MT), saya akan tulis beberapa pengalaman seputar sistem pendidikan di unveristas secara umum maupun khususnya di universitas dimana saya belajar. Baiklah, kita mulai saja ya!

Pertama, secara umumnya semua universitas di Swiss memiliki persyaratan yang harus dipenuhi calon mahasiswa/wi. Salah satu dari kebanyakan adalah ketrampilan bahasa asing (baca: enggris) yang dibuktikan dengan hasil TOEFL, nilai akademik kalian sewaktu kuliah undergraduate di Indonesia, dll. Secara spesifiknya, setiap universitas dan fakultas yang anda minati memiliki persyaratan tersendiri. Misalnya, test GMAT atau GRE. Well, untuk lebih jelasnya silahkan browse di websitenya universitas dan fakultas yang kamu suka.

Dalam kasus saya – fakultas ekonomi dan bisnis sebagai contohnya. Saya harus menyiapkan diri, mulai dari nilai akademik, menyiapkan surat motifasi, juga CV sampai pengetahuan umum. Oh ya, perlu diketahui bahwa saya tidak perlu menunjukkan bukti hasil dari test tambahan (contoh; GMAT atau GRE) karena saya alumni dari Universitas Applied Sciences. Namun, ada tes wawancara dengan penguji di divisi perekrutan mahasiswa. Lumayan menantang euuyy. Saya diberikan banyak case study oleh interlocutors-nya dan diminta pilih satu diantaranya. Setelah itu ada test tulis dan verbal/presentasi dari studi kasus. Lebih lanjut, di Swiss tidak ada informasi baik diterima maupun tidaknya calon mahasiswa/wi melalui telp. Semuanya dilakukan lewat surat pos dan email.

Rasanya bangga deh bisa diterima di salah satu universitas negeri di Swiss bebas syarat apapun…

Kedua, saya akan memberikan gambaran bagaimana kualitas mata kuliah disini disampaikan, tugas-tugas yang diberikan oleh dosen, kualitas dari hasil baik tugas individu maupun kelompok, juga ujian akhir semester. Menurut Anda mudah, lumayan sulit, atau menantang pakai bingitz?. Selanjutnya, saya akan bagi penjelasan tentang yang saya maksudkan dalam beberapa bagian:

1. Kualitas Penyampaian Mata Kuliah

Mengenai hal ini, jangan heran deh karena proses pembelajaran memakai bahasa inggris. Bukan hal yang sulit sih bagi saya karena saya sudah biasa berbahasa asing. Tapi..ssstt… jangan bilang siapa-siapa ya kalau kadang saya harus buka kamus 😛

Yang jelas dosen di kampus saya kebanyakan bergelar PhD dari universitas baik dalam maupun luar Swiss. Mereka tidak hanya berpengalaman dalam dunia pendidikan saja, mereka juga praktisi bisnis pada bidangnya masing-masing. Banyak studi kasus yang harus kami pelajari, setelah itu kami presentasikan pilihan-pilihan solusi (kalau itu tugas kelompok, kalau tugas individu ya saya presentasikan sendiri).

Lebih lanjut, di universitas saya, kebanyakan tidak memberikan point keaktifan. Mau aktif 100% juga tidak akan berpengaruh pada nilai ujian akhir !! Sebagai tambahan informasi aja ya… Kehadiran 99% tidak penting. Dari semua mata kuliah yang saya ambil tidak mengharuskan mahasiswa-wi hadir untuk mengikuti perkulihaan. Hebaat ya? Yaaa belum tentu juga. Kalau pada ujian akhir semester tidak bisa jawab soal-soal yang diujikan ya GATOT – Gagal Total.

2. Tugas dari Dosen

Lanjut lagi besok yaaa… dah malam tauu..

Leave a comment