Beberapa tantangan Belajar Pada universitas di Swiss (1)

Hi there

Sebenarnya sudah lama sekali saya ingin berbagi pengalaman dengan kalian. Namun, ada beberapa macam kendala dan salah satunya adalah ketidakadanya cukup waktu, selain itu saya masih newbie untuk blog seperti ini dan belum tahu caranya buat wesbite sendiri. Well, meskipun saat sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk berbagi, sebab sedang membaca banyak artikel untuk Master Thesis (MT), saya akan tulis beberapa pengalaman seputar sistem pendidikan di unversitas secara umum maupun khususnya di universitas dimana saya belajar. Baiklah, kita mulai saja ya!

Pada umumnya hampir semua universitas di Swiss memiliki beberapa persyaratan yang sama antara satu dan lainnya. Salah satu dari kebanyakan persyaratan adalah ketrampilan bahasa asing (baca: Inggris) yang dibuktikan dengan hasil TOEFL, untuk TOEFL biasanya calon mahasiswa S2 harus mengantongi nilai 7, kemudian nilai akademik undergraduate level atau S1 di Indonesia, dll. Secara spesifiknya, setiap universitas dan fakultas yang diminati memiliki persyaratan tersendiri. Misalnya, test GMAT atau GRE. Baik, untuk lebih jelasnya silahkan browse di websitenya universitas dan fakultas yang kamu suka.

Pada saat saya melamar S2. Saya harus menyiapkan beberapa persyaratan, mulai dari nilai akademik, menyiapkan surat motifasi diri, juga Curriculum Vitae. Oh ya, kebetulan saya alumni dari Universitas Applied Sciences and Arts Northwestern Switzerland – FHNW. Namun, ada tes tulis dan wawancara dengan dua penguji. Lumayan menantang euuyy. Untuk test tulis, saya harus menjawab beberapa pertanyaan yang sudah disiapkan. Kemudian, untuk wawancaranya saya diberikan beberapa pilihan dan diminta memilih salah satu dari studi kasus. Setelah selesai saya akan diberitahu hasilnya melalui email. di Swiss tidak ada informasi baik diterima maupun tidaknya calon mahasiswa/wi melalui telp. Semuanya dilakukan lewat surat pos dan email.

Kira-kira sebulan saya menunggu hasilnya. Wuihhh rasanya bangga deh bisa diterima di salah satu universitas negeri di Swiss bebas dari syarat apapun.!! Maksud dari bebas syarat itu saya tidak harus mengikuti mata kuliah tambahan secara intensif selama 2 – 3 bulan sebelum perkuliahan dimulai.

Selanjutnya, saya akan memberikan gambaran bagaimana penyampaian kualitas mata kuliah di universitas saya, tugas mata kuliah dari para dosen, juga nilai ujian akhir semester. Menurut Anda mudah, lumayan sulit, atau menantang pakai bingitz?. Baik, saya akan jelaskan secara ringkasnya dalam beberapa bagian:

1. Kualitas Penyampaian Mata Kuliah

Proses pembelajaran memakai bahasa inggris. Bukan hal yang sulit sih bagi saya karena saya sudah biasa berbahasa asing. Tapi..ssstt… jangan bilang siapa-siapa ya kalau kadang saya harus buka kamus 😛

Yang jelas dosen di kampus saya kebanyakan bergelar Prof. Doktor dari universitas baik dalam maupun luar Swiss. Mereka tidak hanya berpengalaman dalam dunia pendidikan saja, mereka juga praktisi bisnis pada bidangnya masing-masing. Banyak studi kasus yang harus kami pelajari, setelah itu kami presentasikan pilihan-pilihan solusi (kalau itu tugas kelompok, kalau tugas individu ya saya presentasikan sendiri). Dosennya saya acungi jempol deh!!

Lebih lanjut, di universitas saya, kebanyakan professor tidak memberikan point keaktifan pada mata kuliah yang diajakarkan. Mau aktif 100% juga tidak akan berpengaruh pada nilai ujian akhir!! Absensi 99% pun tidak penting. Memang, dari semua mata kuliah yang saya ambil tidak mengharuskan mahasiswa-wi hadir untuk mengikuti perkulihaan. Hebaat ya? Yaaa belum tentu juga. Kalau pada ujian akhir semester (UAS) tidak bisa jawab soal-soal yang diujikan ya GATOT – Gagal Total.

2. Tugas Mata Kuliah dari Para Dosen 

Mengenai tugas dari Dosen-dosen, saya akan jelaskan pada lembar yang baru saja ya supaya tidak telalu panjang kalian membacanya. Okay?. Thank you atas perhatiannya.

Cheers
Javanais

About Didi Le Javanais

Dear everyone Welcome to my website where you will find the diverse range of articles from hobbies to businesses, and before jumping to each section, I am happy to introduce myself so that you know a little bit about my background. I’m Didi, I used to work in various industries with different professions for more than 25 years from the hospitality industry, supply chain, academic to non-profit organisation and sport therapist. I obtained my bachelor and master degrees with focus on Finance from Swiss university. The knowledge and experience I’ve gained so far are still not enough to interpret what is going to happen in the future. However, I always exercise my competences to mitigate risks particularly when I am requested to give some advice, related to businesses. Through this website I am trying to sell some stuff where you might be interested in and so you will purchase it directly either for yourself or gifts to the ones you love and care about. By the way, in my free time, I love practising both regular and seasonal sports like badminton, martial art, skiing, etc. And when I have sufficient saving I travel the world. I also like taking pictures for fun and businesses, producing videos, editing them and uploading on my channels such as YouTube, Facebook Page and Instagram. Last but not least, I love cooking and baking hey, so who knows one day you can taste my homemade foods and cakes. So do not hesitate to get in touch with me in case you have questions, you look for business consultant, etc. Thanks for stopping over on my site. Cheers Didi Le Javanais
This entry was posted in Education and tagged , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Beberapa tantangan Belajar Pada universitas di Swiss (1)

  1. Pingback: Biaya Kuliah dan Kebutuhan Hidup Versi Pelajar di Swiss | Le Javanais

  2. Raissa Samad says:

    Vous avez répondu à ce commentaire.

    Liked by 1 person

    • Monsieur Siswantoyo says:

      Hi Raissa

      Thanks for visiting my blog. No worries about the bahasa campor 😉

      Well, I tell you what deh… tidak semua universitas (uni) di swiss punya tuition fee yang sama. Kamu benar untuk UNIGE, tapi untuk uni lainnya bisa lebih tinggi atau lebih rendah juga mungkin beda setiap tingkatannya, misal bachelor, master dan doktoral.

      It depends on which university (uni) you’re going to pursue your studies. Some unis have different policies as well as treatments to their potential students (i.e. domestic and foreign students). Concerning the tuition fee, you may ask directly to your preferred university. Dalam kasusku aku bayar lumayan tinggi sieh. Hope this helps you a bit and hey good luck ya untuk hunting uni-nya.

      Like

  3. Pingback: Biaya Kuliah dan Kebutuhan Hidup Versi Pelajar di Swiss | Siswantoyo Berbagi Informasi

Leave a comment