Sekarang aku ingin mencoba berbagi sedikit pengetahuanku tentang satu dari 5 kota paling mahal se-jagad menurut Tore (2014), Genève dalam bahasa prancisnya, Jenewa bahasa Indonesianya. Tentang bahasa sehari-hari, mahalnya sewa apartemen, jernihnya sungai, ramahnya orang jenewa, dll.
Bahasa yang dipakai sehari-hari adalah bahasa Prancis. Aku tidak menemukan kesulitan berarti sebab aku bisa bahasa Prancis, meskipun masih kurang wow dibandingkan dengan orang Jenewa sendiri. Lebih tepatnya, untuk sekedar bertanya-tanya dan bicara topik yang ringan, tidak masalah.
Populasi di Jenewa 2 kali lipatnya kota Basel atau ± > 400 ribu orang (Cantontal Office of Statistics (OCSTAT), 2015). Kota international dimana ada banyak organisasi dunia yang berpusat disini, seperti organisasi perserikatan bangsa-bangsa (PBB), organisasi perdagangan dunia (WTO), organisasi kesehatan dunia (WHO), organisasi palang merah dunia, dsb. Meskipun masyarakatnya berbahasa prancis, rata-rata mereka sangat bisa berbahasa inggris karena kota internasional so tidak mungkin kan kalau mereka tidak bisa bahasa internasional.
Jangan salah ya, untuk mencari tempat tinggal saja lumayan sulit – maksudnya sulit karena budget sewa apartemen perbulannya itu sekian ribu Swiss Franc. Perbedaan harga sewa tempat tinggal di Basel dan Jenewa sangat jauh (biasanya 100% kenaikannya). Sebagai contoh, untuk menyewa satu unit apartemen dengan luas ± 65 m2 (baca: dua kamar tidur, satu ruang tamu, toilet, dapur, gudang kecil) di Basel seharga 17 jt perbulannya. Dengan kondisi yang sama di Jenewa bisa seharga 34 jt per bulan. Harga itu adalah untuk gedung apartemen yang lumayan lama bangunannya. Tapi, kalau satu unit apartemen dihuni 3 manusia penyewa apartemen ya jatuhnya tidak terlalu mahal kan.
Seperti di Basel yang ada Rhein-nya, atau sungai. Di Jenewa juga ada Rhône (maaf yee susah nulis untuk baca bahasa prancisnya). Kemarin aku berenang di Rhône, airnya sangat jernih. Aku tergoda setelah melihat beberapa orang berenang, hmmm airnya brooo, siiiist… seger bingitz. Dengan suhu udara yang mencapai 38°C rasanya pas deh untuk menyegarkan ragaku. Dua kali aku terjun dengan kacamata Oakley-ku, hmm segarr deh. namun terjun yang kedua aku harus menyesal karena kacamataku hilang kebawa arus. 😦
Aku tidak mengada-ada kann, karena kalian bisa lihat sendiri betapa jernihnya air Rhône itu.
Nanti aku lanjutin ya sharing-ku. Sekarang let me have my breakfast lalu aku lanjut lagi ke universitas Jenewa untuk belajar di perpustakaannya. enak dingin ada ac-nya daripada belajar didalam kamarku yang panas karena faktor suhu udara yang masih mencapai 38°C.
Sampai nanti…
Daftar Pustaka
Centrumlotow, tidak diketahu. Jet Fountain in the lake of Geneva. Tersedia online di <http://centrumlotow.pl/wp-content/uploads/2013/07/genewa.jpg > [diunduh 6 Juli 2015].
Republic and Canton of Geneva, 2015. Mémento Statistique Du Canton De Genève 2015. [pdf]. Tersedia online di <http://www.ge.ch/statistique/tel/publications/2015/donnees_generales/memento/dg-ms-2015.pdf> [diunduh 06 Juli 2015].

