Biaya Kuliah dan Kebutuhan Hidup di Swiss

Postingan saya sebelumnya memberikan beberapa informasi tentang alasan kenapa saya memilih melanjutkan kuliah di Swiss. Kali ini saya akan berbagi informasi mengenai biaya-biaya seputar perkuliahan dan kehidupan mahasiswa di Basel, Swiss; seperti mulai dari SPP, material kuliah, biaya transkrip, ijazah, harga sewa kamar apartemen, biaya internet, pulsa untuk telepon genggam pintar, tranportasi sampai biaya kebutuhan makanan.

Secara umumnya sih biaya perkuliahan di luar negeri memang mahal. Namun, kalau hanya dengar mahal saja tidak cukup, sebab kalian sudah harus tahu apa saja yang membuat mahal. Lagi pula biaya perkuliahan di setiap negara pasti berbeda-beda, juga bergantung pada tingkat pendidikan (baca: S1, S2 dan S3). Semurah-murahnya atau semahal-mahalnya suatu barang pasti ada nominalnya kaaann. Begitupun biaya perkuliahan.

Sebelumnya saya informasikan bahwa ada perbedaan antara biaya perkuliahan untuk mahasiswi/wa yang bukan dari negara persatuan eropa dan mahasiswi/wa yang berasal dari negara persatuan eropaTapi perbedaanya tidak perlu saya uraikan disini, karena tidak berpengaruh pada kalian, iya toh? hehe…

Baik, mengenai biaya kuliah di Swiss, secara khususnya saya ambil contoh biaya kuliah setiap pertengahan tahun di universitas dimana saya belajar sebagai berikut:

  1. Sarjana (S1)  SFr 5,800  x Rp 13,500 = Rp   78,300,000 x 6 semester = 469.8 juta
  2. Master  (S2) SFr 7,800   x Rp 13,500 = Rp 105,300,000 x 3 semester = 315.9 juta

Kalau mahasiswi/wa encer otaknya, untuk nomer 1 bisa ditempuh selama 6 semester, dan selambat-lambatnya 8 semester. Begitu pula untuk nomer 2, kalau otaknya encer bisa ditempuh selama 3 semester dan 4 semester selambat-lambatnya. Seandainya saya hanya mampu selesaikan kuliah S2 dalam kurun waktu 4 semester, maka di sini saya tidak bisa menghemat uang selain waktu. Tahu kan pepatah mengatakan bahwa waktu adalah uang dan uang dapat diinvestasikan baik investasi berjangka pendek maupun panjang.

Alhamdulillah… saya bisa selesaikan kuliah S2 dalam kurun waktu 3 semester dengan nilai yang memuaskan. Jadi tidak perlu buang uang sia-sia toh. Selanjutnya, seperti yang saya janjikan sebelumnya bahwa ada biaya-biaya tambahan yang hanya dibayar sekali antara lain:

  1. Biaya Pendaftaran Sfr 200                       = Rp  2,700,000
  2. Transkrip Nilai  SFr 50 per lembarnya = Rp     675,000 jika ada tambahan
  3. Ijazah           SFr 300 per lembarnya       = Rp  4,050,000

Biaya perkuliahan diatas tidak termasuk biaya buku materi kuliah dimana mahasiswi/wa harus beli sendiri, sebab universitas tidak menyediakan buku gratis. Mahasiswi/wa tidak perlu pergi ke toko buku online atau toko buku di dalam kota karena pihak universitas menyediakan buku dadakan setiap ajaran baru atau setiap semester baru akan dimulai. So, kalian bisa beli kalau perlu.

Tips: Kalian dapat membeli buku bekas “second hand” yang direkomendasikan oleh dosen pengajar dengan harga yang terjangkau baik secara online maupun lihat papan pengumuman di kampus. Seberapa murah sih bro? Well, yang pasti miring lah harganya  meskipun tidak banyak, tapi yeah tetep lumayan selisihnya. Apalagi kamu bisa nego LOL.

Lebih lanjut, biaya lainnya adalah biaya kehidupan sehari-hari dimana pengeluaran pribadi bergantung pada individu masing-masing. Karena, kebutuhan setiap mahasiswa/wi tidak sama. Saya hanya dapat memberikan ilustrasi biaya yang saya keluarkan.

    1. Sewa apartemen per kamar dan per bulan             CHF   700
    2. Asuransi kesehatan dan kecelakaan per bulan       CHF  90-300
    3. Langganan Kartu Transportasi 1/2 harga/thn         CHF  175
    4. Transportasi dalam kota per bulan                           CHF    90
    5. Kebutuhan Pokok (i.e.makan dan minum) /bln      CHF 350 – 400
    6. Lain lain                                                                          CHF  200

Total                                                      CHF 1,430 – 1,690/bulan + 175 per tahun.

Biaya-biaya diatas berfungsi sebagai gambaran ekonomisnya saja. Karena biaya yang dikeluarkan setiap mahasiswa/wi tidak sama. Khusus mengenai tempat tinggal, saya memilih tinggal di dalam kota yang tidak jauh-jauh amat dari kampus, perpustakaan dan pusat perbelanjaan. Yeah pusat kota maksudnya… ya biar gaul dikit lah. Ada beda harga asuransi untuk mereka yang tinggal di dalam dan sedikit di luar kota. Cuman ya gak tahu selisih biaya secara pastinya.

Kalau kalian suka makan diluar ya biaya kebutuhan pokoknya akan bertambah besar, tapi gak apa sih kalian emang borju hehe. Kalau saya membeli sepeda onthél untuk mengurangi biaya pengeluaran naik transportasi umum. Lagian, bersepeda kan sehat 😛 dan bagus untuk mengurangi panas dunia.

Perhitungan dalam jumlah rupiah, saya pakai nilai tukar mata uang kita Rp 13,500 per SFr-nya. Salah satu alasan kenapa saya pakai nilai tukar Rupiah terhadap Swiss Franc adalah untuk membantu kalian supaya yang ada di kepala tidak melulu dolllaaarr amerika. Lagian ya nilai mata uang Swiss lebih tinggi 1000 Rupiah dibandingkan dengan nilai tukar mata uang Amerika.

Sekarang saya serahkan ke kalian untuk mengalikan berapa kira-kira biaya kehidupan sederhana mahasiswi/wa asing di Swiss yang saya ilustrasikan. Jika ingin hidup sedikit enak yaa tambahkanlah 30% dari SFr 1,430 – 1,690 per bulan. Kemudian, jangan lupa untuk dikalikan selama katakan 3 atau 4 tahun baik untuk S1. maupun 1 ½ atau 2 tahun untuk S2.

Oh iya, biaya sewa kamar di apartemen (baca: istilahnya sewa bareng-bareng, satu unit apartemen ada 2-3 kamar tidur dan satu kamar tidur untuk satu orang saja) itu berlaku di kota Basel saja, dan juga rumah susun tidak dibangun dalam kurun waktu 20 tahun terakhir tapi lebih dari itu. Meskipun bangunan lama, kenyamanan dan kualitasnya tetap jauh dibandingkan dengan apartemen sekelasnya di Indonesia (Jangan mimpi setiap flat punya kolam renang, dll. kayak di Indo ya). Untuk biaya sewa kamar di Jenewa sebesar 200 SFr lebih mahal dibandingkan dengan harga sewa kamar di Basel.

Nah… Secara umum kalian sudah tahu kan berapa anggaran untuk kuliah dan hidup yang akan dikeluarkan oleh mahasiswi/wa Indonesia di Swiss. Ough iya, mahasiswi/wa juga bisa kerja sambilan atau paruh waktu jika mau dengan catatan jika ada perusahaan yang mau menerima kalian kerja. Coba saja, ngelamar kerja di restoran atau di kafe-kafe. Sebelum melamar kerja paruh waktu di sini. Tanyakan dulu pada diri sendiri apakah sudah mampu berbicara salah satu dari 4 bahasa nasional di Swiss (baca: Jerman, Prancis, Itali dan Romansh) dengan lancar.

Jika mampu berbicara bahasa dengan lancar, saya kasih peringatan ya – jangan berharap bisa dapat nilai bagus jika harus kerja paruh waktu karena beban kuliah tidak ringan (baca: https://lejavanais18.wordpress.com/2015/07/03/tantangan-dalam-menimba-ilmu-pengetahuan-di-swiss/).

Sekian dulu yaaa dan jangan lupa klik suka atau bagikan jika dirasa penting. Oh ya jangan lupa juga referensinya yaa.

Sampai jumpa lagi 😉

About Didi Le Javanais

Dear everyone Welcome to my website where you will find the diverse range of articles from hobbies to businesses, and before jumping to each section, I am happy to introduce myself so that you know a little bit about my background. I’m Didi, I used to work in various industries with different professions for more than 25 years from the hospitality industry, supply chain, academic to non-profit organisation and sport therapist. I obtained my bachelor and master degrees with focus on Finance from Swiss university. The knowledge and experience I’ve gained so far are still not enough to interpret what is going to happen in the future. However, I always exercise my competences to mitigate risks particularly when I am requested to give some advice, related to businesses. Through this website I am trying to sell some stuff where you might be interested in and so you will purchase it directly either for yourself or gifts to the ones you love and care about. By the way, in my free time, I love practising both regular and seasonal sports like badminton, martial art, skiing, etc. And when I have sufficient saving I travel the world. I also like taking pictures for fun and businesses, producing videos, editing them and uploading on my channels such as YouTube, Facebook Page and Instagram. Last but not least, I love cooking and baking hey, so who knows one day you can taste my homemade foods and cakes. So do not hesitate to get in touch with me in case you have questions, you look for business consultant, etc. Thanks for stopping over on my site. Cheers Didi Le Javanais
This entry was posted in Education and tagged , , , . Bookmark the permalink.

15 Responses to Biaya Kuliah dan Kebutuhan Hidup di Swiss

  1. Bonjour, Mas Sis! Salam kenal.. Terima kasih untuk informasi ini di blognya. Akhir tahun ini, insyaallah saya berencana studi di UNIGE (Jenewa). Apakah dari pemerintah Swiss ada semacam bantuan/tunjangan untuk pelajar asing seperti halnya di Prancis melalui Caisse allocation familiale (Caf)-nya? Operator telepon selular apa yang Mas Sis rekomendasikan untuk digunakan?

    Like

    • Monsieur Siswantoyo says:

      Bonjour Elga, Untuk CAF sendiri sepertinya ada per anaknya ada nominalnya sekian CHF per bulannya lek ndak salah. Coba njenengan tanya langsung ke internasional office di UNIGE. Apakah anda akan lanjut studi S3?

      Saya percayakan pada yang paling murah yaitu Sunrise. Tapi kadang tidak ada signal jika didalam gedung tertentu. Beda dari swisscom.

      Like

      • Elga-Ahmad Prayoga says:

        Merci pour votre réponse, Mas Sis!
        Ya, rencananya untuk studi doktoral di sana mulai musim gugur tahun ini. Satu pertanyaan lagi : Apa nama perusahaan/pengelola transportasi publik di sana? Boleh minta tautan situs webnya?

        Liked by 1 person

  2. Bobby Sandy says:


    https://polldaddy.com/js/rating/rating.jsKak saya mau tanya tentang biaya deposit yg harus kita siapin di swiss nya dong kak, kyk misal nya di jerman harus deposit 8000 ‎€. mohon bantuannya kak hehe terimakasih 🙂

    Like

    • Monsieur Siswantoyo says:

      Untuk deposit di post finance kayaknya masih 7,000 chf coba check di web post finance. Bisa juga check di bank lainnya, UBS dulu sering promo no biaya admin ke student yang dibawah 30 thn-an tapi aku lupa berapa nilai yang mereka minta. Ini bisa dilakukan ketika anda sudah berada di Swiss. Btw, good luck ya untuk studinya.

      Like

  3. Ferry says:

    Kak, memangnya kalau pakai visa pelajar kita boleh kerja part time ya?
    & utk apply visa hrus ad tabungan brp?

    Like

    • Monsieur Siswantoyo says:

      Bisa jika mau dan juga ada perusahaan yang mau. Ingat, Swiss punya 4 bahasa nasional dan paling tidak 3 bahasa nasionalnya bisa dikuasai baik oleh calon pelamar.

      Mengenai pengurusan applikasi visa saya tidak tidak tahu berapa tabungan yang harus dimiliki pelamar visa.

      Like

  4. bubulehaaa says:


    https://polldaddy.com/js/rating/rating.jsKak,universitas kedokteran terbaik di swiss,universitas apa ya kalo boleh tahu?
    terima kasih.

    Liked by 1 person

  5. Ida says:

    Salam, mas siswantoyo saya mau nanyak, anak saya mau kuliah di jerman atau zurich, kalau di jerman ada masuk studeinkolleg dulu selama 9 bulan setelah lulus baru daftar ke universitas, apa kalau kuliah di swiss juga masuk studeinkolleg juga. Anak saya sd dan smp sekolah di international school paris prancis dan sma rec di indonesia krn masa tugas di LN udah selesai. Setelah di indonesia juli 2017 ini anak saya akan ku masukkan sma international school di jkt dan kursus di goethe, makasih

    Like

    • Siswantoyo says:

      Salam kembali Mbak Ida,

      Saya tidak tahu istilah college selama 9 bulan. Tapi, persyaratan studi lanjutan di Jerman hampir sama seperti di Swiss. Sebelum mendaftar ke Universitas di Swiss, calon mahasiswa harus memiliki ijazah Gymnasium/Matura diploma atau Bac istilah di Prancis.

      Jika ingin kuliah di Jerman untuk S1, saya kira bahasa pengantarnya adalah Jerman jadi langkah ibu sudah benar untuk mengkursuskan anak ibu ke Goethe. Tapi jika ingin kuliah yang pengantarnya berbahasa inggris di LN, anak ibu mestinya tidak ada masalah karena nanti akan masuk di JIS. Tetapi, setiap universitas di LN seperti di Swiss masih ada yang pakai test lisan atau tulis ketika mendaftar, dan tentunya ada beberapa persyaratan lainnya yang Ibu Ida sendiri dapat google langsung ke universitas yang dikehendaki.

      Semoga jawaban dan informasi tambahan ini dapat membantu.

      Semangat Bu Ida !!

      Salam
      Siswantoyo

      Like

  6. Agnes says:

    waah jadi semangat buat kuliah disini….
    doain ya kak semoga kesampean 🙂

    Like

  7. Mae says:

    Hi salam kenal ya saya juga tinggal di Basel

    Like

    • Siswantoyo says:

      Hi Mae, Terima kasih untuk messagenya, saya sudah selesai kuliah di Basel. Mungkin bisa ketemuan nanti bulan April ketika saya pergi ke Basel.

      Like

Leave a comment