Terlepas dari seberapa majunya dan berkembangnya suatu negara, berlomba untuk mendapatkan peringkat terbaik pada satu titik aman dalam meyakinkan para penanammodal adalah, bukan hal yang sangat mudah untuk dicapai oleh setiap negara. Ada banyak faktor yang harus mereka penuhi sebelum akhirnya lembaga-lembaga agen kredit memberikan credit rating atau peringkat kreditnya. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pemberian credit rating adalah tingkat lajunya penjualan bruto produk domestik, lancarnya pembayaran terhadap hutang beserta bunga hutang dalam dan luar negeri (LN). Faktor lain adalah tingkat hutang dan jatuh tempo daripada hutang negara itu sendiri (Pettinger, 2012).
Sabtu 20 Mei 2017, Indonesia mendapatkan skor peringkat kredit (SPK) atau credit rating score BBB- dari sebelumnya BB+ dari lembaga internasional, yaitu Standard & Poor’s (S&P). Budiman (2017) menyampaikan bahwa pencapaian ini didapatkan karena adanya perbaikan terhadap pengolahan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang lebih realistis dibandingkan periode sebelum pemerintahannya.
Apa artinya nilai peringkat kredit dan kenapa menjadi suatu hal penting?
Nilai peringkat kredit atau credit rating score adalah nilai kondisi kredit perorangan atau organisasi, dimana nilainya diberikan oleh lembaga pemberi kredit setelah mengumpulkan informasi yang berhubungan kondisi kredit setiap individunya. Biasanya, nilai kredit berupa tiga angka untuk jenis kredit perorangan dengan rentang antara 300 dan 850 atau simbul (contoh: AAA, AA+, BBB-, BB+, dll.) untuk kredit organisasi atau negara.
Nilai peringkat kredit itu sendiri bagi lembaga pemberi kredit adalah untuk membantu mereka dalam menentukan keputusan apakah calon nasabah berhak mendapatkan hutang atau tidak, jika iya, seberapa besar bunga yang akan dibebankan terhadap hutang pokoknya. Jadi informasi tentang nilai peringkat kredit ini sangat penting, karena semakin tinggi nilai peringkat kredit seseorang, maka akan semakin rendah ditolaknya proposal hutangnya juga semakin rendah persentasi bunga hutangnya, begitupula sebaliknya.
Kondisi yang sama dapat terjadi pada suatu negara. Misalnya, negara ingin mengajukan hutang kepada lembaga keuangan internasional atau hutang ke penanammodal di pasar keuangan dengan cara membuat surat berharga, surat hutang negara, obligasi, dll. Merujuk hasil baru ini bahwa (SPK) Indonesia yang semakin baik dari tahun sebelumnya BB+ atau positive outlook dapat dikatakan bahwa Indonesia memiliki peluang besar dalam meyakinkan penanam modal dari dalam dan luar negeri, karena statusnya yang BBB- atau stabil outlook.
Bagaimana caranya memberikan kontribusi kepada negara?
Seperti yang sudah saya sebut di atas bahwa setiap negara selalu berlomba-lomba untuk mendapatkan kepercayaan dari dunia internasional, sebab jika masyarakat dunia percaya kepada Indonesia dalam hal ini. Maka tidak mustahil para investor baik dari dalam maupun dari luar tidak ragu lagi untuk menanamkan modal mereka di beberapa sektor. Konsekuensi adalah, lapangan kerja akan semakin terbuka lebar dan tentunya tingkat ekonomi masyarakat semakin meningkat. Dengan demikian, kesenjangan ekonomi akan semakin dapat ditekan.
Pemerintah tidak akan dapat berjalan sendiri tanpa ada dukungan dari masyarakatnya. Para wakil rakyat mengajak kita semua untuk memberikan kontribusi dengan cara mendukung program pemerintah (bilamana perlu memberikan masukan yang konstruktif). Selain itu, kita dapat meningkatkan keahlian diri kita sesuai bidang. Kenapa demikian ini perlu dilakukan adalah agar pola pikir kita tidak dipenuhi oleh hal-hal yang sifatnya tidak produktif. Semakin banyak pikiran negatif pada diri kita maka kita semakin tidak produktif, dan hasilnya kita akan tidak mampu bersaing dengan sumber daya manusia dari negara lain.
Jika saja ada diantara kita yang tidak mampu memberikan kontribusi kepada negara, lebih baik tidak perlu membuat propaganda atau ikut-ikutan melakukan provokasi baik secara perorangan ataupun massa. Kenapa hal semacam ini tidak perlu dilakukan oleh warga negara yang cinta terhadap negaranya sendiri, adalah propaganda atau provokasi hanya akan membawa keresahan, ketidaknyamanan dan ketidakadanya keamanan yang akhirnya muncullah kesengsaraan. Ketika hal ini terjadi, jangan salahkan penanammodal atau wakil rakyat kita yang bekerja dengan serius untuk terwujudnya suatu perubahan. Namun, salahkan pada diri kita sendiri yang telah membuat keadaan semakin tidak nyaman.
Oleh karena itu, sebagai warga negara yang cinta tanah air, yang menginginkan realisasinya perubahan lebih baik dari sebelumnya maka kita harus memiliki pemikiran yang positif (contoh: menyerahkan urusan pemerintahan kepada wakil yang telah dipilih secara demokrasi dan mengawasi sembari memberi masukan sesuai koridornya) dan terus menerus membantu pemerintah untuk melakukan perubahan nyata sehingga keadilan sosial dapat dirasakan oleh semua masyarakat Indonesia. Indonesia makmur coy!!
Mari bersama-sama mewujudkan Indonesia Jaya!!
Daftar Pustaka
Budiman, Aditya., 2017. Presiden Apresiasi Naiknya Rating Investasi Indonesia. Tempo. Tersedia online di: https://www.tempo.co/topik/masalah/665/peringkat-rating-investasi-indonesia Diunduh pada 20 Mei 2017
Pettinger, Tejvan., 2012. What Determines Credit Rating for Countries. Economics Help. Tersedia online di: http://www.economicshelp.org/blog/5264/economics/what-determines-credit-rating-for-countries/ Diunduh pada 20 Mei 2017