Kenapa Memilih Melanjutkan Kuliah di Swiss?

Hallo Semuanya

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Swiss adalah sebuah negara yang menjadi pusat atau tempat perwakilan organisasi dunia, dimana tidak sedikit jumlah mereka yang berkantor di Swiss, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Palang Merah Internasional (PMI), dll. Selain itu, Swiss juga menjadi salah satu kiblat untuk dunia perbankan. Bagi kalian yang suka dengan dunia perbankan pasti tahu bahwa perjanjian Basel atau lebih dikenal dengan Basel Accord itu dibuat dan disetujui di kantor pusat Bank for International Settlements di kota Basel.

Ok gaes, kali ini saya akan berbagi pengalaman dengan kalian tentang alasan-alasan saya memilih untuk melanjutkan studi di salah satu universitas di Swiss. Tapi sebentar, apa sih tujuan saya berbagi pengalaman dengan kalian?. Well, tujuan saya berbagi informasi tidak lain yaitu untuk memberi gambaran secara umum kepada kalian sebelum kalian memutuskan untuk daftar menjadi calon pelajar di salah satu universitas baik di dalam maupun luar negeri.

Namun, sebelum saya lanjutkan, saya ingin bertanya. Menurut kalian, seberapa penting melakukan penelitian terlebih dahulu terhadap universitas-universitas yang kalian inginkan sebelum mendaftar untuk menjadi calon mahasiswi/mahasiswa?. Kemudian, apa sih motivasi dan tujuan kalian kuliah terlepas dari nama dan letak universitasnya?.

Kalian mungkin pernah mendengar atau mengetahui bahwa ada beberapa dari kalian yang merasa terpaksa kuliah, karena mengikuti saran dari orang tua atau anggota keluarga lainnya. Kalau saya tidak merasa terpaksa sih, tapi misalnya nih ya orang tua atau anggota keluarga saya memberikan saran yang sedikit banyak maksain supaya saya kuliah di universitas X dan mengambil jurusan Y di  fakultas tertentu. Dasar alasan mereka mungkin baik menurut mereka sih sebab nantinya akan dapat menambah nilai pada diri saya setelah lulus. Padahal, saran mereka bisa jadi tidak sesuai dengan minat dan kemampuan intelektual saya. Iya kan?.

Namun, karena saya juga masih dibiaya oleh orang tua atau keluarga besar saya, maka saya tidak punya alasan untuk menolak saran mereka yang sedikit banyak memaksa hehe. Lalu apa konsekuensinya ketika saya menerima kemauan mereka begitu saja? Well, konsekuensinya adalah yang jelas saya ada beban psikologi karena saya kuliah bukan atas dasar ketertarikan, minat saya pribadi tetapi atas dasar kemauan orang tua atau keluarga. Kira-kira masih ada nggak ya hal semacam ini terjadi di Indonesia?. Mungkin masih dan mungkin juga tidak eksis lagi. Well, jawabannya saya serahkan ke kalian deh.

Terlepas dari siapa yang akan menanggung biaya selama kalian menjadi mahasiswa/mahasiswi, tentunya seperti saya kalian punya pemikiran tentang beberapa hal sebelum mendaftar sebagai calon mahasiswa, seperti nama universitas, letak kampus dan negara mana yang sesuai harapan kalian sendiri. You know bahwa setiap individu kan punya tujuan dan ekspektasi yang berbeda-beda. Selain hal tersebut, kalian juga akan mikir berapa biaya kuliahnya, sewa tempat tinggalnya, biaya kehidupan, biaya jalan-jalan pada saat musim liburan kuliah datang, dan biaya lain-lain.

Baik, cerita sebelum saya melanjutkan kuliah di Swiss itu berawal dari kuliah saya di Universitas Surabaya (UBAYA) di Fakultas Bisnis dan Ekonomika dengan konsentrasi Manajemen Keuangan di program internasionalnya yaitu International Business Networking. Pada saat akhir semester 4 saya mengirimkan beberapa dokumen persyaratan ke Universitas Applied Science (UAS) di Swiss. Harapan saya saat itu yaaa kalau di terima ya senang dan lebih senang lagi jika diperbolehkan langsung ke semester 5 ya senang, tapi kalau tidak yaaa gak apa-apa. Secara pribadi saya sangat puas dengan kurikulum pendidikan di Universitas Surabaya. Lebih-lebih para pengajar di UBAYA sangat profesional. Jadi, kalau kalian suka studi di bidang bisnis dan ekonomi, dengan konsentrasi manajemen keuangan di program internasional yang dimiliki UBAYA saya sarankan kalian kuliah di sana.

Kemudian, di awal semester 5, saya menerima surat elektronik balasan dari University of Applied Sciences Northwestern Swirtzerland yang mengkonfirmasi bahwa saya diterima sebagai mahasiswa di universitas tersebut. Ada hal yang mengejutkan saya adalah bahwa hampir semua kredit perkuliahan saya di UBAYA dikonversikan ke prodi yang saya minati, yaitu di Fakultas Ekonomi dengan konsentrasi Keuangan. Well, case saya mungkin berbeda dari case yang lainnya. Dalam surat konfirmasi itu dinyatakan bahwa saya diperbolehkan mengikuti semester 4 dan saya dibebani 12 SKS di semester itu. Semestinya sih saya tetap dibebani jumlah SKS yang nomal, yaitu 30 SKS. Karena standardnya S1 di Swiss itu ditempuh selama 3 tahun dengan jumlah total 180 SKS.

Kenapa memilih melanjutkan kuliah di Swiss? Baik, saya akan menjelaskan alasan-alasan saya memilih melanjutkan studi di University of Applied Sciences Northwestern Switzerland. Ada empat alasan yang paling utama:

1. Kualitas Pendidikan untuk jurusan yang saya minati, yaitu Manajemen Keuangan.

Alasan umum saya adalah negara Swiss menjadi salah satu pusat manajemen perbankan dan keuangan dunia dan alasan khusus saya adalah bahwa dengan belajar di negara yang menjadi pusat manajemen perbankan dan keuangan, saya akan mendapat ilmu pengetahuan lebih termasuk penerapan teori-teori dari para pengajar di universitas applied sciences. Karena beberapa dosen tidak hanya memiliki pengalaman di bidang akademik namun juga sebagai praktisi di industri keuangan dan perbankan. Ada juga pengajarnya berasal dari institusi semacam kalau di Indonesia itu Otoritas Jasa Keuangan. Jadi ini yang menjadi motivasi inti saya memilih melanjutkan studi di Swiss.

2. Biaya
Biaya kuliah di Swiss, memang lebih mahal sih jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Jerman dan Prancis. Untuk S1 pelajar lokal dibebani biaya sebesar 700 Sfr/semester atau sekitar 9 juta/semester dengan kurs 13 ribuan per swiss franknya. Sementara untuk mahasiswa asing dibebani biaya kuliah sekitar 5,000 Sfr atau 65 juta/semesternya. 

Tetapi, biaya kuliah di universitas negeri di Swiss tergolong lebih murah looh dibandingkan dengan biaya kuliah di negara seperti Australia, Inggris, dan bahkan Amerika. Coba kalian juga cek ulang karena bisa saja biaya kuliah berubah sewaktu-waktu.

3. Keamanan dan Kenyamanan Negara
Dari sisi keamanan, kalian tahu bahwa Swiss adalah negara yang sangat netral. Artinya tidak ikut campur urusan perpolitikan luar negeri seperti mengirimkan prajurit-prajurit perangnya ke negara lain yang memiliki konflik.

Tapi, apakah tidak ada kejahatan di Swiss? Yaa menurutku sih dimana-mana ada orang baik pasti ada juga orang yang punya niatan atau prilaku jahat. Sepengetahuan saya sih kejahatan atau criminal di Swiss tidak begitu banyak terdengar seperti kejahatan di negara tetangga atau di amerika.

Jadi… Swiss adalah negara yang aman dan nyaman untuk belajar. Oleh karena itu tidak heran apabila banyak dari organisasi internasional berpusat atau memilih Swiss untuk dijadikan sebagai kantor pusat atau kantor perwakilan organisasi internasional.

4. Budaya 
Budaya di Swiss merupakan budaya yang unik menurut saya, karena memiliki empat bahasa nasional yang berbeda seperti Jerman, Prancis, Itali, dan Romansch. Yang paling sering dipakai komunikasi oleh kebanyakan penduduk di Swiss adalah Jerman, Prancis dan Itali, karena penduduk yang berbahasa Romansch jauh lebih sedikit daripada penduduk yang menggunakan 3 bahasa nasional tersebut.

Rata-rata teman kuliah saya yang asli Swiss bisa 2 – 3 bahasa nasionalnya plus bahasa Inggris atau Spanyol. Percaya diri, pekerja keras, disiplin, tepat waktu mereka adalah salah satu percontohan budaya mereka yang saya bisa tiru untuk memperbaiki kekurangan diri saya.

Rangkuman dari pengalaman ini adalah bahwa sebelum saya memutuskan untuk menyiapkan kelengkapan administrasi yang diminta oleh pihak universitas baik sewaktu saya mendaftar di UBAYA maupun di Universitas Applied Sciences di Swiss, saya sudah melakukan penelitian tentang reputasi universitas, metode pengajarannya, kurikulumnya, para pengajarnya serta dan di mana para alumninya bekerja atau di industri apa para alumninya berprofesi.

Intinya sih sebelum memutuskan kuliah khusus di luar negeri itu ya kalian harus ingat kembali pada motivasi kalian sendiri kenapa belajar di luar negeri dan untuk apa sih. Kalau hanya untuk gengsi-gengsian mendingan tidak ya.

Setelah lulus S1 saya melanjutkan S2 di universitas yang sama dengan konsentrasi yang sama juga, yaitu manajemen keuangan. Next artikel tentang biaya-biaya pengeluaran baik untuk kuliah maupun keperluan pribadi.

Oh ya gaes, saya kasih link channel YouTube saya untuk bahasan ini ya. https://youtu.be/N3Qi3yUU4J0

Sekian dari saya ya, jika suka silahkan di like, share, komenin yaaa 🙂

Terima kasih dan sampai berjumpa lagi.
Didi Le Javanais

About Didi Le Javanais

Dear everyone Welcome to my website where you will find the diverse range of articles from hobbies to businesses, and before jumping to each section, I am happy to introduce myself so that you know a little bit about my background. I’m Didi, I used to work in various industries with different professions for more than 25 years from the hospitality industry, supply chain, academic to non-profit organisation and sport therapist. I obtained my bachelor and master degrees with focus on Finance from Swiss university. The knowledge and experience I’ve gained so far are still not enough to interpret what is going to happen in the future. However, I always exercise my competences to mitigate risks particularly when I am requested to give some advice, related to businesses. Through this website I am trying to sell some stuff where you might be interested in and so you will purchase it directly either for yourself or gifts to the ones you love and care about. By the way, in my free time, I love practising both regular and seasonal sports like badminton, martial art, skiing, etc. And when I have sufficient saving I travel the world. I also like taking pictures for fun and businesses, producing videos, editing them and uploading on my channels such as YouTube, Facebook Page and Instagram. Last but not least, I love cooking and baking hey, so who knows one day you can taste my homemade foods and cakes. So do not hesitate to get in touch with me in case you have questions, you look for business consultant, etc. Thanks for stopping over on my site. Cheers Didi Le Javanais
This entry was posted in Education and tagged , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Kenapa Memilih Melanjutkan Kuliah di Swiss?

  1. anne says:


    https://polldaddy.com/js/rating/rating.js
    https://polldaddy.com/js/rating/rating.jshalo kak, mau tanya untuk beasiwa S2 di swiss (terutama geneve) apakah wajib test english juga seperti toefl/ielts atau cukup mengantongi sertifikasi bahasa prancis DELF B2? terimakasih 🙂

    Like

    • Monsieur Siswantoyo says:

      Untuk masuk S2 ke semua universitas di swiss wajib memiliki persyaratan tsb yaitu bahasa inggris, untuk test bahasa inggris S2 minimal C1. Mengenai bahasa prancis tidak perlu manakala pengantar kuliahnya tidak memakai bahasa prancis.

      Like

  2. Kelvin says:


    https://polldaddy.com/js/rating/rating.jsHalo kak, saya mw brtanya sputar kuliah di Swiss. apa ada beasiswa s1 dan tolong rekomendasikan univ yang ada beasiswa + bagus untuk pendidikan finance di zurich, laurence, ataupun st gallen. terimakasih!

    Like

    • Monsieur Siswantoyo says:

      Hallo Kelvin, terima kasih sudah mampir ke blog saya. Mengenai beasiswa S1 di Swiss sepertinya tidak ada yang ada biasanya S2 dan S3. Untuk finance di kampus saya juga bagus, zurich juga bagus. Biasanya S1 di sini sistem pengajarannya pakai bahasa german, prancis kecuali ada programme semacam kelas internasional kayak di kampus saya. Sekian informasi yang bisa saya sampaikan. Sukses untuk belajarnya.

      Like

  3. Lina Gricia says:

    halo , numpang tanya, berapakah biaya hidup+ akomodasi dsna? apakah mudah mendapatkan part time job? dan apakah sulit dalam menghadapi 4 bahasa disna?

    Like

Leave a comment