Keluhan Masyarakat Terhadap Kenaikan Harga Barang dan Jasa di Era Jokowi

Tidak banyak masyarakat yang paham tentang bagaimana usaha-usaha baik pemerintah pusat ataupun daerah memenuhi berbagai kekurangan yang dianggap sebagai kebutuhan  primer rakyatnya. Pada umumnya, lapisan masyarkat menengah ke-bawah seperti ini hanya berharap bahwa barang dan jasa yang mereka inginkan dapat terpenuhi tanpa harus dipusingkan lagi oleh kenaikan harga barang dan jasa di pasar.

Kebutuhan sembilan bahan pokok (SEMBAKO), dimana beras, minyak, gula, bumbu masak, telur, laukpauk, dll. termasuk di dalamnya berpotensi mengalami kenaikan harga seiring dengan banyaknya jumlah permintaan di pasar. Dapat dikatakan bahwa masyarakat lapisan menengah ke-bawah ini berkeyakinan bahwa kenaikan SEMBAKO bukan dikarenakan oleh suatu faktor yang dapat dipahami oleh nalar manusia normal secara umumnya, tetapi, disebabkan oleh para pemimpin baik daerah ataupun pemerintah pusat yang tidak punya kemampuan untuk menekan kenaikan harga SEMBAKO di pasar. Masalah penyempitan pemahaman seperti ini sudah tidak rahasia lagi karena sering dijumpai pandangan atau komentar-komentar negatif di beberapa media sosial.

Alih-alih masyarakat yang mengerti tentang hukum permintaan dan pengadaan ini membuat keadaan lebih kondusif, masyarakat yang tergolong intelek (memiliki tingkat kecerdasan diatas rata-rata) ini dapat pula dikatakan menggunakan fenomena ini untuk memuaskan nafsu mereka dengan cara mendongkrak isu kenaikan harga SEMBAKO semakin heboh. Bagaimana cara masyarakat intelek memanfaatkan keadaan adalah dengan memberikan komentar negatif, supaya para pemimpin pemerintahan saat ini terkesan buruk dan selanjutnya para pemimpin yang tidak mereka senangi juga tidak akan mendapatkan simpati dari lapisan masyarakat tingkat bawah. Hal ini menjadi masalah ke dua dimana saya ingin menemukan dan menyampaikan salah satu solusinya.

Dua masalah tersebut merangsang saya yang pertama, adalah untuk mencoba menerangkan faktor-faktor yang  berpengaruh terhadap naiknya harga SEMBAKO dengan memberikan satu atau dua simulasi yang sederhana. Kemudian, yang ke dua  menggugah saya untuk menggunakan langkah spiritual agar rasa empati masyarakat intelek bangkit kembali.

Hukum Permintaan dan Pengadaan
Konsep hukum permintaan dapat disederhanakan seperti berapa banyak jumlah barang atau jasa yang diminta oleh calon pembeli di pasar. Banyaknya jumlah barang/jasa yang diminta akan mempengaruhi harga dari sebuah barang/jasa yang akan dibeli oleh pembeli dengan harga tertentu. Selanjutnya, karena hal ini saling berhubungan maka disebut sebagai korelasi antara harga dan jumlah barang/jasa yang diminta. Hukum permintaan akan berlaku apabila tidak ada perubahan pada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi jumlah permintaan itu sendiri (baca: sederhananya, hanya ada satu macam barang/jasa yang tersedia di pasar). Jadi, jika harga suatu barang/jasa semakin mahal maka jumlah pembeli barang/jasa yang diperdagangkan di pasar akan semakin sedikit.

Konsep hukum pengadaan dapat pula disederhanakan seperti seberapa banyak jumlah barang/jasa yang harus produser sediakan di pasar untuk memenuhi kebutuhan pembeli. Banyaknya jumlah barang/jasa yang akan diproduksi atau disediakan di pasar  akan mempengaruhi harga barang/jasa itu sendiri. Selanjutnya, karena hal ini saling berhubungan maka disebut sebagai hungungan korelasi antara harga dan jumlah/barang yang disediakan. Hukum Persediaan kurang lebih sama seperti hukum permintaan, dimana harga akan menentukan jumlah barang yang akan disediakan. Yang membedakan adalah, semakin harga suatu barang/jasa mahal maka semakin banyak pengadaan barang/jasa diproduksi untuk dijual. Kenapa demikian, karena dengan menjual barang/jasa dengan harga tinggi atau mahal, penjual suatu barang/jasa akan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak daripada menjual barang/jasa dengan harga yang normal.

Selanjutnya saya akan menggunakan salah satu produk SEMBAKO sebagai ilustrasi agar Anda punya gambaran dari hukum permintaan dan pengadaan serta hubungan antar keduanya. Sebut saja si Unyil adalah pengusaha peternak Ayam berarti si Unyil ini adalah penyedia daging ayam. Si Unyil dibantu oleh karyawannya untuk menjual hasil panen ayamnya di pasar. Sesuai perhitungan, si Unyil tidak akan menjual daging ayamnya  lebih dari harga Rp 10,000 per ayam, karena jika dijual lebih mahal dari harga tersebut, sudah pasti daging ayamnya tidak akan laku.

Karena adanya suatu risiko yaitu kemungkinan biaya tambahan apabila si Unyil ternak lebih dari 100 ayam, maka dia menetapkan untuk ternak 100 ayam saja. Selanjutnya, ketika ayam sudah bisa dipanen, tiba-tiba si Unyil mendapat tambahan jumlah permintaan yang sebelumnya 100 pembeli menjadi 150 pembeli. Apa yang terjadi? Jelas, harga yang semula Rp 10,000 per ayam akan menjadi lebih mahal (katakan Rp 15,000 per ayam) karena adanya hubungan antara hukum permintaan dan pengadaan dan harga.

Karena adanya pengalaman baru di atas yaitu naiknya jumlah permintaan, si Unyil menambah jumlah ternak ayamnya menjadi 150 ayam. Namun, pada saat panen tiba-tiba si Unyil mendapatkan informasi dari karyawannya bahwa jumlah peminatnya adalah tetap 100 orang. Apa yang terjadi? Jelas, si Unyil tidak akan dapat menjual hasil ternaknya seharga Rp 15,000 per ayam seperti sebelumnya. Kenapa demikian, sebabnya adalah jumlah persediaan melebihi dari jumlah permintaan. Apa yang terjadi selanjutnya? Yang jelas si Unyil akan tetap menjual sisa ayamnya dengan harga yang mungkin saja relatif lebih murah dari Rp 10,000 per ayam untuk mengurangi kemungkinan risiko yang dia miliki.

Beberapa Faktor Penyebab Naiknya Harga SEMBAKO
Dapat dikatakan bahwa kemungkinan besar masyarakat di Indonesia mengerti bahwa kenaikan harga SEMBAKO disebabkan oleh pemerintah dan menurut saya mereka tidak salah dengan pandangan seperti itu. Kenapa demikian, karena masyarakat sering dijanjikan oleh para calon pemimpin daerah atau pemimpin pusat mereka saat kampanye politik berlangsung, bahwa harga bahan pangan akan diawasi sehingga tidak akan adanya permainan dan kenaikan  harga. Pandangan lainnya dari masyarakat adalah naiknya SEMBAKO disebabkan oleh permainan para pedagang yang ingin meraup keuntungan lebih dari penjualan mereka.

Pemerintah dapat mengawasi dan memintervensi pasar. Saya tidak perlu menjelaskan mekanismenya seperti apa sebab nanti panjaaaang sekali ceritanya. Intinya adalah keputusan naik dan tidaknya harga barang/jasa di pasar adalah ditentukan oleh jumlah permintaan dan pengadaan. Kenapa saya katakan demikian, karena ada faktor yang tidak dapat diperkirakan di pasar. Contohnya adalah, si Unyil – pengusaha peternak ayam yang tiba-tiba mendapati kenaikan jumlah permintaan dari 100 menjadi 150 pembeli disaat dia memanen ayamnya. Kemudian, si Unyil juga tiba-tiba mendapati jumlah permintaan turun disaat dia menambah ternak ayamnya dari 100 menjadi 150 ayam.

Selanjutnya, faktor kenaikan harga SEMBAKO lainnya adalah harga pakan ternaknya yang dibeli dari pabrik pakan ternak, bayangkan ketika ada demo buruh yang menuntut kenaikan upah di pabrik pakan ternak? Jika disetujui oleh pemilik pabrik maka harga pakan ternak akan naik juga. Masuk akal kan… Jika tuntutan kenaikan upah karyawan pabrik tidak disetujui oleh pemilik usaha, maka hasil produksi pakan ternak akan menurun karena karyawan pabrik melakukan demonstrasi, hasilnya adalah pengadaan pakan ternak akan berkurang padahal kenyataannya adalah pengusaha ternak ayam itu bukan hanya si Unyil, melainkan banyak tapi di tempat lain.

Faktor kenaikan harga SEMBAKO juga bergantung pada tarif listrik untuk penerangan kandang, harga bahan bakar untuk mesin motor dimana pakan ternak diangkut dari satu tempat ke tempat lainnya pakai mobil/truk/sepeda motor, dll. Yang paling mungkin sulit untuk dikatakan rasional adalah faktor nafsu, kenapa saya katakan demikian. Coba deh kalau kita tidak makan daging ayam melebihi porsi yang seharusnya dibutuhkan oleh tubuh kita. Kan jumlah pengadaan ayam tidak akan melebih dari jumlah permintaan ayam 🙂 🙂 hehe bener kannn? hayooo ngaku yang porsi makannya banyak…

Faktor lainnya adalah Pajak pendapatan penjualan. Jika tarif pajak penjualan lebih tinggi dari biasanya. Apa yang terjadi? Jelas, harga barang/jasa akan mengikuti naiknya tarif pajak. Pentingkah pajak dinaikkan? Di satu sisi penting, sebab pemerintah ingin membangun negeri kita menjadi lebih baik. Membangun sarana umum misalnya memperbaiki atau memperlebar atau membuat jalan baru agar masyarakat memiliki prasarana lebih nyaman, aman dan mudah untuk melakukan kegiatan peningkatan ekonomi. Di sisi lain, Pajak dapat membuat beban pengusaha karena mereka akan menambahkan tarif pajak kedalam harga barang/jasa yang akan mereka jual di pasar. Kemungkinan besar yang mereka khawatirkan adalan penjualan barang/jasa akan menurun seiring naiknya harga. Tentunya, masih banyak faktor lainnya yang tidak bisa saya sampaikan di sini…

Hentikan Penyebaran Pola Pikir Negatifmu Terhadap Kenaikan SEMBAKO
Sering kita jumpai di media sosial bagaimana negatifnya komentar atau postingan status diatas berita tentang kenaikan harga SEMBAKO dari media elektronik yang ditujukan kepada para wakil rakyat negara kita. Belum juga meme dengan konten negatif yang dibuat oleh ” mereka ” yang tak bertanggungjawab hanya untuk mendongkrak isu kenaikan SEMBAKO, sebagai kegagalan atau janji-janji palsu oleh pemerintah terutama pemerintah saat ini.

Masyarakat ini saya golongkan sebagai masyarakat intelek (memiliki jenjang pendidikan lebih baik dari masyarakat pada umumnya), dimana pada dasarnya  nalar mereka dapat dipakai untuk mengerti penyebab fenomena kenaikan harga SEMBAKO. Hanya saja mereka tidak ingin berpikir panjang karena pikiran dan hati mereka telah dipenuhi oleh ketidakpuasan terhadap pemimpin yang sedang membangun untuk peningkatan kesejahteraan warga di NKRI. Perlu saya garisbawahi bahwa NKRI itu bukan hanya di Jawa. Tapi, NKRI itu ya termasuk Papua, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Maluku, dll.  yang ada di dalam batas teritorial negara kita, dimana perkembangan infrastruktur masih tertinggal jauh dibandingkan dengan pulau Jawa.

Sebagai masyarakat intelek, alangkah baiknya apabila kita memberikan kontribusi kepada pemerintah NKRI dengan membantu masyarakat yang berkeluh kesah untuk dapat mengerti faktor-faktor yang dapat berpengaruh terhadap kenaikan harga SEMBAKO. Jadilah, duta-duta anak bangsa yang dapat membuat pola pikir masyarakat lainnya lebih kritis. Sehingga masyarakat tidak akan mengkonsumsi makanan yang melebihi takaran tubuh kita.

Kesimpulan
Boleh mengeluh tetapi jangan langsung menyalahkan orang lain apalagi pemerintah sendiri. Kenaikan harga SEMBAKO di pasar BUKAN DISEBABKAN OLEH Pemerintah atau PRESIDEN kita yang tidak mampu mengawasi dan melibatkan peran mereka sebagai wakil rakyat, melainkan semuanya terjadi karena KEBUTUHAN dan KEINGINAN kita yang terkadang melebih batas kebutuhan tubuh/nafsu.

Menjadi masyarakat yang intelek, seharusnya membantu masyarakat di sekitarnya untuk menggunakan nalar mereka supaya penyebab kenaikan harga SEMBAKO diketahui, bukan sebaliknya masyarakat intelek membuat masyarakat yang tidak mengerti menjadi resah, kecewa dengan wakil rakyat saat ini yang akhirnya masyarakat ini sendiri yang akan merugi. Imbasnya adalah, mereka bisa saja kehilangan semangat untuk bekerja, tidak termotivasi untuk memproduksi hal yang positif hanya karena penyebaran pikiran-pikiran yang bersifat negatif dari masyarakat intelek.

Sudah sekian saja ya… Semoga bermanfaat!!

About Didi Le Javanais

Dear everyone Welcome to my website where you will find the diverse range of articles from hobbies to businesses, and before jumping to each section, I am happy to introduce myself so that you know a little bit about my background. I’m Didi, I used to work in various industries with different professions for more than 25 years from the hospitality industry, supply chain, academic to non-profit organisation and sport therapist. I obtained my bachelor and master degrees with focus on Finance from Swiss university. The knowledge and experience I’ve gained so far are still not enough to interpret what is going to happen in the future. However, I always exercise my competences to mitigate risks particularly when I am requested to give some advice, related to businesses. Through this website I am trying to sell some stuff where you might be interested in and so you will purchase it directly either for yourself or gifts to the ones you love and care about. By the way, in my free time, I love practising both regular and seasonal sports like badminton, martial art, skiing, etc. And when I have sufficient saving I travel the world. I also like taking pictures for fun and businesses, producing videos, editing them and uploading on my channels such as YouTube, Facebook Page and Instagram. Last but not least, I love cooking and baking hey, so who knows one day you can taste my homemade foods and cakes. So do not hesitate to get in touch with me in case you have questions, you look for business consultant, etc. Thanks for stopping over on my site. Cheers Didi Le Javanais
This entry was posted in Education and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Keluhan Masyarakat Terhadap Kenaikan Harga Barang dan Jasa di Era Jokowi

  1. gogon says:

    pdi korup
    mak ser

    Like

    • Monsieur Siswantoyo says:

      Anda salah dalam komentar untuk postingan ini, sebab artikel di atas tidak mengulas tentang partai politik. Tapi, terima kasih sudah mampir. Selamat membaca dan semoga menjadikan bahan diskusi yang menarik.

      Like

  2. Wafa says:


    https://polldaddy.com/js/rating/rating.jsAssalamualaikum mas, mohon maaf mengganggu waktunya, jika diizinkan bolehkah saya belajar, mohon arahan untuk menimba ilmu di swiss dan sedikit banyak berkenalan dengan mas, terimakasih banyak sebelumnya

    Like

Leave a comment