Semua pasti tahu Swiss, negara kecil yang sangat maju dengan pendapatan perkapitanya yang sangat tinggi dibandingkan dengan negara maju lainnya, seperti Amerika, Belanda, Jerman, Prancis, dan beberapa negara maju disekitarnya dengan beberapa negara yang manjadi pengecualian. Tapi jangan bangga dulu, sebab semua kebutuhan hidup di Swiss teramat sangat mahal dibandingkan dengan beberapa negara tersebut, pakai bingitz deh ini kali.
Penduduk di Swiss berjumlah total kurang lebih 8 juta orang dari total 26 kanton. Sebagai negara yang sangat demokratis, setiap Kantonnya punya hak otonomi daerah. Memiliki bendera kanton yang berbeda-beda, tetapi hanya ada satu nasional. Swiss memiliki total 4 bahasa resmi, yaitu German, Italy, Prancis dan Romansch. Oh ya, sebagai tambahan saja, rata-rata penduduk Swiss juga bisa bahasa Inggris walaupun bukan bahasa nasional. Keren gak?! Yaaaa pasti keren dooong. 😉
Universitasku memiliki 5 kampus yang terletak di beberapa kanton lhoo. Salah satunya di kanton Basel dan Solothurn. Aku sering commute dari tempat tinggalku – Basel ke kampus yang berada di Olten. Olten adalah kota kecil dibawah kendali Kanton Solothurn. Kalau ada mata kuliah diajarkan di kampus Basel yaa itu keuntunganku. Jadi aku tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan. Karena banyaknya Kanton, tidak mungkin aku ceritakan semuanya disini. Simply because aku tidak tinggal di semua Kanton hehe… Jadi, jika ada yang penasaran tentang Kanton lainnya please browse sendiri ya. 😉
Sekarang, let me give you a bit overview of Basel yang terbagi menjadi dua kanton, ada Basel-Stadt dan Basel-Land yang boleh dibilang secara bahasa gaulnya, Basel coret. Aku tinggal di Basel Stadt, jadi aku bagi ceritanya ya…
Kanton Basel-Stadt = Basel-Kota
Basel-Kota adalah kota kecil yang resmi berdiri pada tahun 1833. Saat ini total penduduknya yang tercatat dalam daftar sensus kependudukan adalah sebanyak 190 ribu penduduk (Kanton Basel-Stadt’s website, tahun tidak diketahui). Selain kota ini menjadi salah satu pusat kota budaya di Swiss (karena banyaknya museum seperti historical museum, museum seni dan museum lainnya), Basel menjadi kota industri farmasi (karena banyak perusahaan farmasi disini) seperti Novartis, Roche, Bayer, Syngenta, Abbott, dsb. Kota ini juga telah beberapa kali dinobatkan menjadi 10 besar kota yang paling mahal sejagad raya (Tore, 2015). Lebih lanjut, Basel-Kota terletak diantara dua pinggiran kota, Weil am Rhein (cara bacanya: wail am rain), Jerman dan St. Louis (cara bacanya: Sang Luwi), Perancis.
Aku sendiri tinggal di Basel-Kota atau nama Swiss-Germannya “Gross Basel” yang memiliki kesamaan arti seperti diatas. Adapula “Klein-Basel” yang berarti Basel-Kecil. Yang membedakan Basel-Kota dan Basel-Kecil adalah “Rhein” atau sungai. Air sungai ini bersih, hampir bebas dari polusi dan menjadi salah satu jalur transportasi untuk kemakmuran ekonomi rakyat sekitarnya. Keren kann?. Pada musim panas, banyak orang yang berenang meskipun arusnya deras tapi tetap aman. Aku sendiri sering berenang dengan beberapa teman-temanku. Airnya terasa segar bingits! Coba sendiri deh kalau kalian ingin membuktikan… Jangan lupa, pakai baju renang ya hihihi…

I was chilling out by the Rhein in Klein-Basel. This Rhein or river separates between Gross and Klein-Basel
Secara umum kebersihan baik di Basel-Kota maupun Basel-Kecil tidak perlu diragukan, semuanya sangat bersih. Para penduduknya, baik yang musiman maupun yang “native” sangat patuh dengan peraturan-peraturan yang ada. Contoh kecilnya adalah setiap penghuni apartemen diminta untuk tidak membuat keramaian setelah jam tengah malam. Kalaupun ada pesta, misalkan ulang tahun (ULTAH). Jauh hari (± semingguan) penghuni apartemen memberikan informasi kepada penghuni lainnya tentang pesta yang akan diadakan di dalam unit apartemennya. Pemberitahuannya juga gak pakai pengeras suara kaleeee atau “loud speaker”. Cukup tulisan diatas kertas kemudian ditempelkan dipintu utama gedung apartemen. Pengumuman mereka itu diakhiri dengan permintaan maaf jika ada yang terganggu. Sopan bingits kaaannn??
Mengintip Penataan Kota
Tata kota, waah cik amik sekali, mulai dari tanda parkir sepeda gayung, motor sampai mobil ada semuanya. Kalau salah parkir, yaa siap-siap saja kena denda jika ada polisi penertiban kota mendapatinya. “Cyclists” atau para pengendara sepeda gayuh tidak diperbolehkan menggunakan sepedanya di jalur “pedestrian” atau pejalan kaki. Jika nekad dan kedapatan polisi, maka denda menjadi kewajiban yang harus dibayar oleh cyclists. Bayarnya kemana dan berapa jumlah dendanya? Nanya yaa… waah kira-kira ya ke Bank lah, kalian pikir tunai? Nooo… Berapa dendanya dan bagaimana cara pembayarannya, aku tak tahu sebab aku tidak pernah melanggar peraturan dan tata tertib hidup disini. 😉 I’m a good inhabitant and student you guys should know that.
Mengenai sampah, setiap penduduk wajib membeli kantung plastik untuk sampah yang berasal dari dapur (baca: sisa makanan, kerak telor, bekas bumbu, dan sejenisnya). Dua kali dalam seminggu petugas pembersih sampah akan mengambil, tapi penduduk wajib menaruh kantong yang penuh dengan sampah di depan gedung apartemen. Sampah kertas dibedakan dan sekali setiap bulan, petugas kota untuk sampah kertas akan mengambil dari depan apartemen (sampah kertas harus diikat rapi) yang dihuni. Botol plastik, alumunium, botol kaca sesuai warna harus dibuang di tempat yang sudah disediakan. Sampah jenis ini akan didaur ulang.

A very well-regulated city where you can see how good the inhabitants park their vehicles are. You also see no single rubbish scatter around.
Untuk parkir mobil, pemerintah kota (PEMKOT) memiliki cara yang sangat bagus dalam berkompetisi dengan banyaknya middle income yang mampu membeli mobil. Cara jitu PemKot adalah membatasi tempat parkir gratis dengan memberikan beberapa warna garis disekitar tepi jalan di seluruh kota. Misal, garis biru adalah gratis untuk parkir beberapa jam saja. Untuk garis putih, tidak ada batasan waktu parkir. Semua pemilik mobil dimana tempat yang mereka tinggali tidak memiliki fasilitas parkir mobil akan berlomba-lomba untuk mendapatkan parkir gratis.
Parkir yang berbasis bayar baik langganan maupun permanen juga ada, namun harga sewa tempat parkir mobil itu mahal sekali ya. Berapa ya kisaran dendanya? hmmm maaf, aku dulu pernah nanya ke teman, namun sekarang lupa. Soalnya, aku pakai sepeda gunungku dan di apartemenku ada tempat parkir sepeda gratis didalam gedung pula.
Mengenai bahasa, bahasa yang dipakai sehari-hari oleh penduduk adalah Swiss-jerman dengan dialeknya Basel, of course. Tapi, kebanyakan juga warga Basel bisa bahasa Perancis karena kota ini memang terletak didua kota yang aku sebutin sebelumnya. Aku bisa bahasa prancis dan bisa bahasa jerman sedikit so tidak masalah untuk komunikasi ringan :). Penduduk di Basel sangat ramah dan mereka tidak mau peduli dengan urusan-urusan pribadi orang lain disekitarnya. Bisa aku bilang seperti ini; “your business is not my business though we are friends.” asyik kann… Misal, yang cowok mau bawa ceweknya atau sebaliknya ke apartemen dan menginap tidak ada seperti Pak/Bu RT, RW, petugas kelurahan atau polisi pamong praja yang mengganggu sambil ngetuk pintu apartement pasangan muda-mudi yang sedang bertamu/menginap, lalu bertanya hey sudah pukul 22:00 neh ayo balik, or tunjukkan mana surat nikah kalian. Layaknya bisa dibilang begini; Do whatever you wanna do as long as don’t bother the others, respect privacy!. Jangan bertanya apakah mereka tidak takut dosa. Bisa-bisa ditanya balik deh kalian, definisi dosa itu seperti apa?, kembali kepada aturan mainnya privasi, mind your business!
Oh ya, kebanyakan dari kalian pasti belum tahu bahwa Swiss adalah negara yang sangat menghargai waktu. Semua urusan ditentukan oleh waktu dan yang mengatur waktu adalah manusia bukan sebaliknya yeee. Semuanya serba tepat waktu, dari janjian pribadi, bisnis, jadwal keberangkatan dan kedatangan transportasi umum. Semuanya serba cepat, tepat, efisien, dengan kualitas sempurna. Wajar saja kalau aku mengalami culture shock kali pertama tinggal disini. Namun, aku tidak mau memiliki perilaku seperti sewaktu aku hidup di Indonesia so mau tidak mau harus adaptasi. Aku sukses beradaptasi yeeeyyy!! Selamaat buat aku!! menghibur diri yang baik adalah seperti itu hehe.
Sebelumnya aku tidak biasa memasak makanan sendiri, karena faktor budaya atau tepatnya “malas” yang aku bawa dari Indonesia. Namun, sekarang aku bisa masak makanan yang aku perlukan walaupun tidak se-enak masakan keluargaku di Indonesia. Hikss jadi kangen deh ama keluarga dan masakan-masakan lezatnya. Kenapa harus masak sendiri?. Well, ada alasan kuat untuk itu. Kalau mau cepat bangkrut ya beli saja makanan jadi di restoran. Dijamin kanker alias kantong kering deh dalam hitungan hari. Bayangkan sekali makan saja ±130 ribu rupiah dan harga tersebut untuk take away bukan eat in. Kelasnya di wapo alias warong pojok dan se-porsi tidak termasuk minum ya. Kalau mau yang sedikit bergaya ya makan di “restoran” dan harga se-porsinya untuk eat in ±320 ribu rupiah juga tidak termasuk minum. Kalau pas kelaparan yaa porsi kecil gak cukup, apalagi yang suka makan bisa tekor tuh penyokong dana. Semuanya sangat mahal tapi keamanan, ketentraman dan kenyamanan hidup di Basel adalah jaminan pasti walaupun kadang ada kecopetan/malingan. Lumrahkan toh ada bad dan good people.
Semoga informasi ini kali bisa berguna untuk yeaaa sekedar pengganjal wawasan tentang Basel, Swiss. Masih banyak hal yang bisa aku bagikan mengenai Basel-Kota denganmu, namun sementara ini dulu.
See you next time yaaa
Cheers
Siswantoyo
Daftar Pustaka:
Kanton Basel-Stadt, tidak diketahui. Basel – One Canton, Three Municipalities. Tersedia online di <http://www.bs.ch/en/Portrait/Einleitung-Weltstadt/Kanton-Basel-Stadt.html > [diunduh 5 Juli 2015].
Tore, Ozgur., 2015. Capital of Angola is the most expensive city for expatriates. Focus on Travel News (FTN), 2015. Tersedia online di <http://ftnnews.com/other-news/27565-capital-of-angola-is-the-most-expensive-city-for-expatriates.html > [diunduh 5 Juli 2015].

Oh iya untuk WNI di Basel-CH tidak banyak kurang dari 10 orang yang saya tahu.
LikeLike
Hi Mas Siswantoyo,
Thanks for sharing.
Banyak kah orang Indonesia di Basel?
Lalu kira2 berapa CHF ya… biaya per bulan untuk hidup dengan istri dan 1 anak ya?
Mungkin dalam kerja akan dipindah ke sana untuk 6 bulan.
At least ingin tahu.. Untuk Sekedar hidup cukup (makan dengan masak sendiri, using public transportation bukan Taxi tentunya, enjoying weekend, sekedar work life balance). Mengingat di sana mahal segalanya.
Thanks.
LikeLike
Hallo Mas Henry
Terima kasih sudah mampir.
Untuk biaya sewa satu apartemen dengan dua kamar tidur, satu ruang tamu, kitchen, kmr mandi, small storage didalam apartment kira – kira SFr 1,900/bln (untuk ± 58 sqm) dan itu juga bergantung pada lokasi juga bangunan gedung apartemennya.
Sedangkan untuk perkiraan biaya F&B dan lainnya bisa baca pada bagian edukasi dengan judul biaya kuliah dan … versi pelajar di Swiss. Untuk wacana saja.
LikeLike
Hi Mas Siswantoyo,
Makasih buat respon nya.
Kalau apartemen katanya sih disewakan oleh perusahaan, tinggal perlu tahu biaya hidupnya saja. Karena rencananya hanya biaya hidup saya yang dicover tapi tidak dengan anak istri. Jadi perlu cermat berhitung sebelum say yes or no.
Sekali lagi, Thanks ya, Mas. Appreciate it.
LikeLike
Sama sama Mas Henry. Kalau begitu ya bisa klik ” Education ” dan acuannya biaya hidup yang saya uraikan disana (lihat postingan yang terbaru). Sedangkan biaya hidup untuk buah hati ya mungkin 1/4 – 1/2 dari orang dewasa kali ya. Sorry belum punya bini juga buah hati jadi nggak tau buat budgetingnya. Hihi
LikeLike
nice article Mas Sisvantoyo . 🙂
LikeLiked by 1 person
Thanks for liking this article Argi Yudha Prasetya 😉
LikeLike