
Salut à tous
Guys, aku sengaja menyapa kalian dengan bahasa Prancis. Tahu gak kenapa? Ya supaya aku tidak lupa dengan bahasa asing ke 2 yang sedang aku pelajari. Juga agar teman-teman tahu artinya ” Salut à tous ” ini seperti apa sih. Halah… itu hanya sapaan biasa yang artinya ” hai semuanya “. Sapaan begini sering dipakai pada saat menyapa teman sebaya.
Bulan September adalah bulan berakhirnya musim panas di Eropa. Swiss adalah negara yang kira-kira terletak di tengahnya Benua Eropa. Udara pada bulan September bisa berganti-ganti. Pada siang hari kadang bisa 20-23°C tapi bisa juga 7-10°C dan pada malam hari bisa turun 10-5°C. Pada bulan ini juga sudah ada salju yang turun tetapi di ketinggian 800 – 1000 dari permukaan laut. Jika cuaca sudah berubah, yang harus dilakukan oleh penduduk setempat adalah:
1. Bongkar-bongkar gudang pakaian untuk musim dingin. Seperti yang aku lakukan hehe maklum nasib perantauan yang masih berstatus pelajar
2. Jika punya uang lebih dan penduduk yang konsumtif, mereka beli baju untuk musim dingin di toko atau butik pakaian. Lalu, baju musim dingin dikemanakan? Hmmm… secara empiris aku gak tahu lah tau – dikemanakan mereka 🙂
3. Jika mau irit ya biasanya beli baju untuk musim dingin di toko penjual baju purna pakai. Hah? Yakin beli di tokoh begituan? Aku kasih tahu ya… meskipun barang bekas, tapi kualitas termasuk kebersihannya sangat terjaga. Aku sih belum pernah beli baju purna pakai.
Bagaimana rasanya menjadi warga negara indonesia yang hidup di luar negeri dengan empat musim, terutama di saat suhu udara mulai turun? Hmmm… kalian mau tahu jawabanku yang jujur atau asal aja? Hehe baiklah jujur saja ya. Sebenarnya aku diantara suka dan tidak suka. Tidak sukanya, karena setiap hari aku tidak mau salah berpakaian. Maksudnya, jika udara di dalam rumah hangat di luar rumah sebaliknya jadi harus menyesuaikan cuaca di luar rumah. Tahunya dari mana udara di luar dingin? Hey! Hari kini itu dah gak #ndesso ya… lihat di hape pintar lah hehe…
Sekarang, jawaban sukanya ketika suhu udara mulai menurun dan tidak menentu adalah aku merasa segar karena udara dingin menerpa mukaku yang jelek ini. Alhamdulillah tuhan memberikan kulit dan rasa untuk merasakan segarnya udara. Selain itu, aku tidak perlu menunjukkan badanku yang atletis, bayangkan ya ketika musim panas aku suka joging di lapangan atletik atau di sepanjang sungai hanya dengan pakai kaos tipis dan celana pendek.
Asyiknya lagi ketika musim berganti adalah melihat banyak dedaunan pada gugur, Jalan-jalan ke kota sore hari dan melihat banyak wajah-wajah yang segar. Aku sendiri suka jalan kaki ketika balik dari belajar bahasa Prancis di dalam kota Jenewa. Menyebrangi jembatan sambil mengabadikan keadaan langit yang tertutup awan gelap dan di sela-selanya ada sinar matahari. Nikmat apa yang harus aku pungkiri coba!? Ku langsung bersyukur dalam hati aku panjatkan do’a supaya aku selalu bisa berterima kasih kepada Tuhanku.
Udah sekian dulu soalnya aku mau lanjut proyek nerjemahin riset bisnis dan ekonomi berbasis bahasa Indonesia ke Inggris.