
Sumber: Dreamstime.com
Setahun yang lalu aku berbagi info mengenai biaya sekolah dan kehidupan per periode di Swiss. Pada kesempatan ini masih seputar pengeluaran biaya sesuai kantong mahasiswi/wa yang cukupan dan aku akan berbagi tips untuk kalian yang mau datang atau sudah berada di Swiss. Tentunya, tips ini bisa kalian pakai ketika kulakan ilmu pengetahuan di luar Indonesia, tapi ya disesuaikan dengan keadaan negara dimana kalian belajar ya…
Kebiasaan yang aku lakukan di saat kuliah S1 dan S2 di Swiss berlanjut sampai sekarang. Dimanapun aku berada teknik ini aku pakai. Bukan berarti aku pelit tapi sebagai ” ahli keuangan ” ciiiee… no no bukan ahli sih dalam praktek keuangan tapi cuman konsep doang. You know what i meant… artinya teori doang itu ya bla bla. Jadi, katakan saja aku masih belum ahli keuangan. 😛 anyway let me go back to the topic.
Untuk hemat, kalian harus sering-sering melakukan windows shopping ke beberapa waralaba. Hampir semua kota di Swiss ada waralaba yang harganya lebih murah dibandingkan dengan waralaba lainnya. Aku gak mau sebut nama waralabanya ya karena aku bukan marketing nya mereka LOL. Tapi kalau kalian nanya pribadi ya boleh tapi jawabanku jangan diharapkan secepat kilat loh ya. Kan aku juga punya aktifitas lain, sinau cing dan olahraga untuk kesehatan. 😉
Dari dulu aku suka menyetok makanan mentah (belum olahan) yang aku beli dari waralaba di kota aku tempati. Aku dapat harga jauh lebih murah dibandingkan dengan harga aslinya. Kenapa bisa demikian, karena sebelumnya aku melakukan windows shopping dimana aku catat sebagai berikut:
1. Jenis makanan apa saja yang aku ingin beli dan stock-in di mesin pendingin.
2. Aku catat tanggal masa berlakunya makanan mentah.
3. Perbedaan harga jenis barang yang sama di tempat lainnya.
4. Toko mana saja yang memberikan promo minggu ini atau minggu depan.
Jadi, setelah kamu tahu apa yang kamu inginkan dan di waralaba yang mana, kamu boleh deh melanjutkan kegiatan harianmu. Perlu di ingat bahwa sebagai pelajar tidak mungkin bisa sewa tempat tinggal sendiri karna faktor mahalnya sewa unit rumah susun, apalagi kalau kamu misal jadi mahasiswi/wa di Jenewa atau Zurich waah bisa kebayang deh 13 – 15 – jeti untuk ukuran studio… per bulan boss! 🙂
Pada hari terakhir masa berlaku jenis makanan mentah (baca: daging, ikan) yang kamu tandai sebelumnya telah tiba, maka saatnya kamu pergi untuk membelinya kadang udah didahuluin orang jadi jangan kecewa tapi anggap aja bukan atau belum rezekimu. Tapi tunggu dulu… hehe kamu belanja tidak pada saat toko beroperasi pada pertengahan hari, melainkan pada saat toko mau tutup. Kenapa demikian, karena pegawai toko akan melabeli harga barang yang akan kamu beli dengan label 50%. Ingat ya boss, belanjanya jangan banyak-banyak karena kulkas juga bukan milikmu sendiri. Lagian, kalau belanja banyak kamunya gak jadi hemat meskipun diskonnya separuh dari harga normal. Beli aja sesuai kebutuhanmu.
Sudah ya sekian dulu… Semoga bermanfaat.
apa perbedaan cara belanja di indonesia dan swiss?
LikeLike
ada beberapa perbedaannya sih. Tapi, yang dimaksud perbedaan yang mana nih bro Jhoni Bukhari? 🙂
LikeLike