Guys, tulisan berikut mengulas tentang pentingnya hidup hemat. Jadi, mari kita sama-sama selamatkan bumi dari imbas pemanasan dunia yang semakin nyata.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) online, Hemat berarti “berhati-hati dalam membelanjakan uang, cermat” atau lawan kata hemat adalah “tidak boros” (KBBI online, 2017). Pada dasarnya setiap manusia memiliki sifat konsumptif, hanya saja tingkat konsumptifnya berbeda-beda. Jauh sebelum saya belajar tentang ilmu manajemen ekonomi dan rentetannya, saya termasuk orang yang sangat konsumptif.
Ketidakhematan saya ini dikarenakan oleh pola pikir saya yang belum sadar terhadap dampak dari prilaku konsumptif yang akan berpengaruh pada kelanjutan dari kehidupan ini. Kemungkinan ada juga beberapa dari kalian yang memiliki tingkat konsumptif seperti saya. Sekarang bayangkan dampak dari sifat konsumptif untuk beberapa produk jika hal ini dilakukan secara berjamaah dan berkelanjutan. Lantas, seperti apa dampaknya terhadap ekonomi dan kelangsungan hidup?.
Satu dari sekian dampak positif adalah akan membuat roda ekonomi berputar, sehingga industri pabrikasi akan terus hidup karena adanya permintaan di pasar. Dengan demikian para karyawan pabrik juga dapat memenuhi kebutuhan mereka dan bertahan hidup. Lebih lanjut, ada dampak positif tentu juga ada dampak negatifnya yaitu, prilaku konsumptif kita akan mempengaruhi kelangkaan bahan utama dari suatu produk yang kita konsumsi secara masif. Misalnya, penggunaan air atau listrik secara eksesif.
Saya sempat berdiskusi tentang kelangkaan air bersih, semakin mahalnya biaya hidup, dan sederet topik tertentu dengan beberapa teman kuliah dan bagaimana kontribusi kami sebagai manusia untuk menyelamatkan planet yang kita tempati bersama. Pandangan kami berbeda-beda namun memiliki niatan yang sama, akan tetapi tidak jarang dalam praktek sehari-hari masih ditemukan ketidakhematan terjadi. Semuanya kembali kepada diri masing-masing. Saya selalu tekankan kepada teman saya sekecil apapun kontribusi kita terhadap kelangsungan hidup ini akan bermanfaat bagi alam sekitar.
Yang dulunya saya tidak perhatian terhadap penggunaan listrik (misalnya, lampu saya hidupkan di kamar mandi, lorong rumah, atau kamar tidur saya meksipun saya tidak memerlukannya), atau saya menggunakan air bersih secara berlebihan karena saya merasa mampu membayar tagihannya. Namun, semua prilaku ketidakhematan saya ini sudah berakhir seiring saya belajar tentang ilmu manajemen ekonomi dan turunannya.
Apakah dengan kemampuan kalian membayar tagihan penggunaan listrik, air bersih, dll. akan tetap membuat kalian berprilaku tidak hemat?. Apakah dengan bisa membayar makanan di suatu restoran atau bisa membeli bahan makanan yang kemudian kalian kelola di rumah, kalian pantas menyisahkan makanan jadi untuk dibuang begitu saja?.
Jika kalian peduli dengan kelangsungan hidup, maka sudah seharusnya kalian berprilaku sebagaimana mestinya. Seperti halnya tidak membuang sampah di sembarang tempat dan juga tidak mencampur semua sampah di satu kantong sampah.
Sekian dariku, semoga bermanfaat ya dan sampai jumpa lagi di lain kesempatan. 😉
Daftar Pustaka:
Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2017. Tersedia online di: https://kbbi.web.id/hemat (diunduh, 10 November 2017)
Pingback: Membudayakan Hidup Hemat – Le Javanais